Mental Health
Halo semuanya, sebelumnya perkenalkan nama saya Geura Falletehan Sumbada, Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian Prodi Agroekoteknologi tahun 2020, saya dari cluster 39. Saya di sini akan bercerita mengenai pentingnya kita untuk peduli terhadap kesehatan mental.
Pada zaman sekarang ini, orang-orang semakin menonjolkan sifat individualis. Majunya teknologi membuat orang-orang enggan peduli terhadap sekitar, dan tetap fokus kepada apa yang ia lakukan. Teknologi yang dapat mendekatkan seseorang dengan orang-orang jauh di sana, justru membuatnya jauh dari orang-orang yang berada di dekatnya.
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, yang berarti tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Bagi beberapa orang yang mengalami gangguan mental, mereka sangat membutuhkan untuk berkomunikasi. Akan tetapi, kebanyakan orang justru mengucilkan mereka dan tidak mau membantu mereka meski hanya untuk berbicara.
Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Beberapa penyebab umum orang terkena gangguan mental, yaitu cedera kepala, pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga ataupun pada masa kanak-kanak, faktor genetik, pernah mengalami diskriminasi, seorang pengangguran, merawat orang dekat yang sakit kronis, alkohol, obat-obatan yang dapat merusak otak, kesepian, trauma mendalam, dan stress berat.
Seseorang yang kesehatan mentalnya terganggu biasanya mudah berteriak, emosi mudah terpancing, paranoid, sering halusinasi, susah berkonsentrasi, penuh ketakutan, kekhawatiran, mempunyai perasaan bersalah yang berlebihan, mudah stres terhadap msalah sehari-hari, menghindari orang-orang, memercayai sesuatu yang tidak benar, mengalami nyeri yang tidak biasa, suasana hati mudah berubah-ubah, merasa bingung, pelupa, tersinggung, cemas, kesal, merasa sedih, nafsu makan berubah, perubahan gairah seks, mudah lelah, dan masih banyak lagi.
Gangguan mental yang sering ditemukan di masyarakat, antara lain depresi, mempunyai gangguan bipolar, kecemasan yang berlebihan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Selain itu, ada penyakit mental yang hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.
Beberapa faktor risiko penyebab gangguan mental, antara lain perempuan memiliki risiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sedangkan laki-laki memiliki risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial, perempuan setelah melahirkan memiliki risiko yang tinggi juga, orang yang memiliki masalah gaya hidup, memiliki profesi yang dapat menimbulkan stres, seperti dokter, pengusaha dan politikus, memiliki keluarga dengan penyakit mental, memiliki riwaya penyakit mental sebelumnya, mengalami kegagalan dalam hidup, dan masih banyak lagi.
Jika kamu atau kerabat dekat menunjukkan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas secara terus-menerus dan tidak membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jiwa atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut yang tepat.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, yaitu melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik, membantu orang lain dengan tulus, memelihara pikiran yang positif, memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah, mencari bantuan profesional jika diperlukan, menjaga hubungan baik dengan orang lain, menjaga tidur yang cukup dan istirahat.
Kita sebagai individu dapat mencegah orang terdekat kita mengalami gangguan mental. Dengan memberikan waktu kita untuk berbicara dengan mereka, dengarkan dan berilah saran jika bisa. Karena tidak semua orang dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Percayalah, lebih mudah mencegah daripada mengobati penyakit ini.
Begitulah cerita saya mengenai pentingnya kesehatan mental. Kekurangan di dalam tulisan ini, mohon dimaklumi saja. Terima kasih telah membaca sampai selesai. Sampai jumpa pada tulisan-tulisan saya selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar